FOOD STORY

Rabu, 16 Mei 2012

 Nasi Uduk Tongseng Pak Jhon
 
Nasi uduk Pak John di Bintaro, Jaksel.
HEADLINE NEWS, FOOD STORY  - Karena sedang ada jadwal bertemu dengan seorang teman di daerah Bintaro, siang kemarin kami meluncur sekitar jam 12 siang ke arah Bintaro. Sekalian kami memang ingin mencoba makan di daerah ini, karena memang agak jarang ke Bintaro.

Dan sebelum ke tempat tujuan, kami mampir untuk makan siang dulu, dan saat melintasi Jalan Kesehatan III Bintaro, kami melihat tempat makan dengan cukup banyak kendaraan parkir di depannya. Namanya Nasi Uduk Pak Jhon, Langsung kami memarkirkan kendaraan di depan penjual nasi uduk ini.

Pertama yang terpikir oleh kami adalah nasi uduk mirip dengan nasi uduk yang ada di kawasan Kebon Kacang Tanah Abang. Namun setelah memesan nasi uduk dan ayam goreng, ternyata salah he-he... Nasi Uduk Pak Jhon khas Jawa Timur, atau lebih ke pecel ayam atau pecel lele.
 
 Tongseng
Tapi nggak apa-apa deh, karena sudah lapar, dan tidak ada salahnya nyobain bukan? Kenapa dinamakan Nasi Uduk Pak Jhon? Karena pemiliknya yang bernama bapak Marjono atau sering panggilan pak Jhon. Jadi lebih keren ya he-he... Pak Marjono itu berasal dari Pacitan Jawa Timur dan sudah berjualan sejak 1987. Nasi uduk Pak Jhon yang di Jalan Kesehatan III Bintaro ini adalah cabang dari Bintaro Sektor IX.

Menu utamanya nasi uduk dengan pilih pecel ayam, pecel lele, burung dara, bebek goreng, bahkan disini menjual sate kambing, gule gambing dan tongseng, Cukup komplit. Kami pesan nasi uduk dan pecel ayam, sedangkan teman kami pesan tongseng.

Nasi uduknya cukup harum, dengan taburan bawang goreng di atasnya, Ayamnya enak, gurih, dan kalau kita makan pecel ayam khas Jawa Timur, biasa pada bagian ayamnya dibelah menjadi beberapa bagian. Memang akan jadi lebih kering. Tahu goreng dan tempe gorengnya juga enak, ukurannya tidak terlalu besar. Untuk tongsengnya kata teman saya lumayan he-he...

Selasa, 15 Mei 2012

 Menemukan "Barongko" di Tengah Jakarta
 
 Makanan khas Bugis yang ada di Jakarta, Barongko.
JAKARTA - Bagi banyak orang di Jakarta, Barongko menjadi hal yang asing, apalagi jika dikaitkan dengan nama makanan. Hal tersebut yang mendorong Sukma, seorang perantau asal Makassar membuat sebuah warung kecil yang menjual makanan tersebut di kawasan Bintaro.
"Biar yang dikenal dari Makassar nggak cuma coto sama pisang ijo aja, jadi kita bikin tempat yang jualan makanan rumah dari Bugis," tutur Sukma .
Ditemui di outlet barunya Desa Koe Delima di Kawasan Plaza Festival, Sukma menuturkan bahwa dirinya sebenarnya tidak berniat sama sekali untuk membuat sebuah tempat makan. Namun karena didorong oleh teman-teman sesama perantau asal Makassar, dia memberanikan diri membuat sebuah tempat makan keluarga yang menyajikan makanan rumahan khas Bugis.
"Sebenarnya, di Makassar ada makanan namanya barongko. Jadi kita mau ngenalin makanan ini ke orang-orang di luar Makassar," ujar Sukma sambil mengenalkan makanan sejenis puding namun terasa berampas ketika berada di mulut.
Barongko, menurut Sukma, merupakan makanan khas Bugis yang biasa digunakan sebagai sajian seremonial, seperti upacara adat dan pernikahan. Makanan yang dibungkus daun pisang tersebut berbahan dasar pisang yang dihaluskan. Barongko biasa dihidangkan di bosara, sejenis mangkuk berkaki yang ditutupi tudung.
"Karena banyak yang minta bikin tempat makan Makassar di Jakarta, jadinya kita bikin di tengah Jakarta," tutur Sukma.
Ibu tiga anak ini juga menyampaikan bahwa dengan membuat tempat makan dengan sajian khas Makassar yang ada di pusat Jakarta, beberapa komunitas Makassar dan perantau yang berasal dari kota "Anging Mamiri" menjadikan tempatnya sebagai pusat berkumpul.
"Bahkan besok katanya arisan keluarga mau dipindah ke sini," tambah Sukma.
Dalam membangun outletnya, Sukma menyampaikan bahwa semuanya dikerjakan oleh satu keluarganya. "Yang bikin desain warung, adek saya. Yang bikin resep juga saudara, yang jualan saya sendiri. Investornya juga dari saudara," jelasnya.
Dengan adanya outlet makanan miliknya, Sukma berharap dapat lebih memperkenalkan kuliner khas Bugis. Tidak hanya masakan yang sudah banyak dikenal sebelumnya, tetapi juga masakan baru yang masih asing oleh masyarakat di luar Makassar.

Senin, 14 Mei 2012

 So'di Permen Tradisional Petani di Bone
 
Seorang petani di kabupaten Bone Sulawesi Selatan tengah membuatr permen tradisional yang disebut dengan "So'di".
FOOD STORY, BONE - Siapa yang tak kenal dengan permen? Permen yang dikenal dan banyak dikonsumsi warga modern ternyata telah sejak dulu dikenal dan diproduksi oleh para petani di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Namun, permen yang satu ini bukanlah hasil olahan pabrik seperti pada industri besar yang tersebar di seluruh kota kota besar di Indonesia.

Permen ini merupakan hasil olahan tradisional yang terbuat dari sari pohon lontar. Umumnya para petani di pedalaman yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan Kabupaten Bone memiliki tempat pengolahan khussus dihampir setiap rumah kebun mereka. Yakni wajan serta tungku masak berukuran raksasa.

Bahan dasar "So'di" adalah sari pohon lontar yang direbus hingga mendidih di atas wajan. Sejatinya pembuatan permen ini tak berbeda dengan pembuatan gula merah tradisional. Namun, setelah mendidih sari pohon lontar ini kemudian dicampur gula metah serta parut kelapa, setelah larut bahan ini pun dituangkan ke pelepah daun pisang selanjutnya disimpan hingga enam jam.
 
Seorang petani di kabupaten Bone Sulawesi Selatan tengah membuatr permen tradisional yang disebut dengan "So'di".
Setelah membeku, maka "So'di ini siap untuk dinikmati, permen ini pun awet hingga beberapa minggu. Selain cara pembuatannya yang terbilang sederhana, umumnya para petani merebusnya dengan kayu khusus yakni dengan dari pelepah daun lontar itu sendiri. "Memang harus pake kayu ini karena kalau kayu lain lain lain rasanya," ujar Besse salah seorang petani pembuat "So'di" di Desa Mico, Kecamatan Palakkka, Kabupaten Bone.

Sayangnya, permen tradisional ini hanya dikenal di daerah pedalaman saja. Hingga saat ini pun tak ada langkah dari pemerintah untuk mengembangkan permen khas ini. Padahal jika dilihat dari segi kualitas "So'di" ini tak kalah dari permen hasil olahan industri modern. 

Minggu, 13 Mei 2012

 Otak-otak Dicocol Sambal Tauco, Dijamin Lezat!
 
Warung Otak-otak Depan BCA, Pangkal Pinang, Bangka
HEADLINE NEWS, FOOD STORY – “Jangan lupa makan mi Bangka.” Begitu saran beberapa teman saat mendengar Pulau Bangka di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tetapi kuliner Bangka tak selalu seputar mi. Kuliner wajib lainnya adalah otak-otak.
Tempat berburu otak-otak di Bangka adalah “Otak-otak Depan BCA”. Ya, nama warung otak-otak ini begitu unik. Sebutan itu bukan sekadar menunjukan lokasi warung otak-otak tersebut, namun memang nama kedai.
 
 Otak-otak khas Bangka
“Seingat saya warung ini sudah ada dari 30 tahun lalu. Saat saya masih SD sudah ada,” kata Putra, salah satu warga Bangka yang sering menikmati otak-otak di warung ini.
Beberapa warga setempat yang rajin menyambangi warung ini menyebutkan rasa otak-otak tak pernah berubah, konsisten dari dulu. Tak heran, para penikmat otak-otak di warung ini adalah penggemar fanatik.
Abo, pemilik warung tersebut menuturkan usaha keluarga tersebut sudah sejak tahun 1970-an. Memang, sejak dulu sampai saat ini, ia tak pernah merubah resep otak-otak maupun saus yang digunakan.
Apa yang membuatnya begitu tenar? Rasa enak dari otak-otak sudah tak terbantahkan. Daging ikan yang berlimpah, tak sekadar tepung sudah pasti. Keunikan utamanya adalah saus yang bisa dipilih oleh pengunjung. Ada beberapa saus sebagai penambah kenikmatan otak-otak.
Jika biasanya otak-otak dicocol dengan saus kacang, di Bangka, otak-otak cocoknya dicocol di saus sambal cuka tauco atau saus cuka sambal terasi. Ini bukan sembarang terasi, melainkan terasi buatan Bangka.
 
 Pempek goreng di warung Otak-otak Depan BCA, Pangkal Pinang, Bangka
“Ini rahasianya,” kata Abo sambil menunjuk sebalok terasi Bangka.
Terasi Bangka memiliki aroma yang tak tajam, sehingga tak terlalu amis. Namun memberikan rasa gurih udang dan aroma laut yang halus. Bisa dibilang terasi lebih seperti pasta udang. Jika Anda mampir ke warung “Otak-otak Depan BCA”, Anda bisa membeli terasi Bangka tersebut.
Otak-otak yang gurih ikan bercampur dengan sambal cuka tauco, sensasi gurih bercampur asam, asin, dan selintasan manis. Coba juga dicocol dengan sambal cuka terasi, gurihnya lebih terasa.
Selain otak-otak, pengunjung juga dapat memesan bujan goreng (campuran talas dan ikan tenggiri) dan pempek. Pempek bisa pilih yang digoreng ataupun direbus. Satu hal yang pasti, pengunjung dipersilahkan “bermain-main” rasa dengan saus yang disajikan.
 
 Bujan di warung Otak-otak Depan BCA, Pangkal Pinang, Bangka
Warung otak-otak ini terlihat ramai setiap hari terutama di sore hari. Seringkali dijadikan tempat nongkrong. Dulunya, nama warung tersebut dikenal dengan nama “Otak-otak Santi Depan BCA”. Karena Santi, salah satu pengelola warung, sudah tak mengurus warung otak-otak tersebut, nama “Santi” pun dihapus.
Sangat mudah untuk menemukan warung ini.  Sesuai namanya, warung ini berada di depan kantor BCA, tepatnya Jalan Masjid Jamik No. 10, Pangkal Pinang, Bangka. Warung ini bisa dibilang berada di pusat kota Pangkal Pinang. Namun hati-hati, sekali mencicipi, dijamin Anda akan selalu terbayang-bayang kelezatannya. 

Sabtu, 12 Mei 2012

 Nikmatnya Pecel di Agrowisata Ngebruk
 
Agrowisata Ngebruk di Kendal, Jawa Tengah. 
KENDAL - Agro Wisata Ngebruk, merupakan tempat wisata yang pertama dan satu-satunya di Kabupaten Kendal yang menyediakan surga buah unggul atau Plantera Fruit Paradise di atas lahan seluas 210 hektare. Berlokasi di perbukitan yang berhawa sejuk, tepatnya di Desa Sidokumpul, Kecamatan Patean. Ketinggiannya mencapai 400 - 600 di atas permukaan laut.
Berbagai tanaman buah tersedia disini terutama buah unggulan seperti durian montong, lengkeng itoh, buah naga red dragon, srikaya grand anona, rambutan binjai dan ropiah dan jambu citra.
Di kebun yang dikelola secara modern dengan pemeliharaan berteknologi tinggi ini, pengunjung dapat menikmati perjalanan menyusuri perkebunan, memetik buah dan menikmati buah yang disukai. Tempat itu dibuka untuk umum setiap Sabtu dan Minggu, pukul 08.00-17.00.
Untuk menikmati Fruit Tour dengan menggunakan mobil wisata berkapasitas sekitar 15 orang itu, pengunjung harus membayar tarif Rp 25.000 per orang. Jarak tempuh Fruit Tour sekitar empat kilometer. Ada juga Fruit Safari, dengan harga tiket Rp 10.000 per orang, yaitu berjalan kaki mengelilingi kebun. Akan ada seorang pemandu yang akan mendampingi rombongan berkeliling kebun tersebut.
Jika ingin membeli buah, pengunjung tinggal memetik sendiri lalu menimbangnya. Untuk berkunjung ke Ngebruk, bila Anda dari Semarang, tidak perlu menuju Kendal. Lebih baik mengambil jalan pintas yaitu dari pertigaan Jerakah belok ke selatan menuju jalur Ngaliyan. Lantas ke Boja lurus sampai mentok pertigaan Singorojo. Jarak dari Jerakah/Ngaliyan sampai lokasi plantera sekitar 1,5 jam.
Pecel
Di tengah kebun Ngebruk ini, juga terdapat gazebo besar. Di tempat tersebut, pengunjung bisa menikmati hawa sejuk dan juga melihat buah-buahan segar di alam terbuka. Bagi yang ingin minum dan membeli buah-buahan, juga disediakan di dalam gazebo ini. Selain digunakan untuk istirahat, gazebo di tengah kebun merupakan tempat menikmati buah yang telah dibeli dan dipetik secara langsung.
Selain itu tersedia juga Plantera Resto'n Shop yang menyediakan hidangan dan aneka minuman berupa jus buah segar. Buah-buahan pilihan hasil kebun juga tersedia, mulai dari durian montong yang besar dan harum, kelengkeng itoh yang legit, buah naga, rambutan, srikaya, melon, semangka sampai jagung godok maupun bakar. Bila lapar, heeemmm... Anda juga bisa menikmati nasi pecel. Rasanya, sungguh luar biasa. Nah, selamat menikmati hari libur Anda.

Jumat, 11 Mei 2012

 Yuk, Makan Dimsum Sepuasnya
Dimsum di Oriental Cafe, Jakarta.
HEADLINE NEWS - Penggila dimsum wajib mampir ke Oriental Cafe di akhir pekan ini. Walau kelas bintang lima, dimsum yang ditawarkan bisa dinikmati dengan harga terjangkau. Hanya dengan Rp 76.800 (++) per orang, tamu bisa menyantap dimsum sepuasnya di restoran yang berada persis di bagian depan Redtop Hotel Jakarta. Hotel bintang lima ini berada di Jalan Pencenongan, Jakarta Pusat. Ada 32 jenis dimsum yang dapat dinikmati. Mulai dari dimsum klasik sampai modifikasi dari chef.
 
  Dimsum di Oriental Cafe, Jakarta.
Selain dimsum, menu yang dapat dinikmati sepuasnya adalah masakan Jepang seperti sushi dan masakan Korea. Dalam paket, minuman Chinese Tea sudah termasuk.
Menu klasik dimsum misalnya pangsit goreng. Dengan isian udang dan daun ketumbar yang tak pelit, aroma ketumbar yang harum sangat terasa. Tambahan pangsit yang membungkus digoreng renyah. Jadinya, garing di luar, lembut di dalam. Cocol dengan mayonaise, rasa gurih pangsit dan manis mayonaise begitu cocok.
Bakpao harus Anda cicipi, dengan isian ayam, kulit bakpao begitu lembut dan walau sudah tak hangat, tetap kenyal. Pilihan dimsum klasik lainnya hakau dengan isian udang. Coba juga bakso cumi, siomay ayam, ceker, siau long pao, dan casio pao.
 
 Sapo tahu di Oriental Cafe, Jakarta.
Paket makan dimsum sepuasnya ini hanya hadir di hari Minggu dan hari libur nasional, di jam 08.00 - 14.30. Oriental Cafe juga memiliki fasilitas internet gratis (wifi) untuk tamu. Di hari-hari biasa, menu dimsum ini bisa juga Anda nikmati. Walau bukan paket makan sepuasnya.
“Kalau hari bisa, dijual per klakat atau wadah bambu. Harganya variasi tergantung menunya. Tidak semua dimsum ada di luar hari Minggu. Tapi yang klasik selalu ada,” kata Food and Beverage Manager Oriental Cafe, Adi Khang.
Selain dimsum, Anda bisa menikmati menu Chinese lainnya. Coba menu klasik Sapo Tahu. Tahu putih lembut dengan kuah kental. Sentuhan jahe yang terasa membuat Sapo Tahu tak hanya gurih tapi menghentak hangat di lidah.
 
Udang goreng di Oriental Cafe, Jakarta.
Lalu Udang Goreng Bawah Putih, udang digoreng dengan bawang putih. Jadi ibarat bawang putih menjadi kremes dari udang. Daging udang yang manis dan lembut, berkolaborasi dengan garing bawang putih yang asin.  Ini baru sebagian menu, Anda bisa menikmati aneka hidangan ikan sampai kepiting di Oriental Cafe.
Harga bolehlah diadu. Seperti dimsum, per klakat diberi harga mulai dari Rp 12.000. Sementara hidangan utama lainnya diberi harga mulai dari Rp 27.000 sampai Rp 140.000. Seperti kepiting soka gandum, dapat dinikmati dengan harga Rp 55.000.

Kamis, 10 Mei 2012

Mencicipi Lawa, "Sashimi" ala Sulawesi Selatan
 
Ikan mentah siap diolah menjadi makanan "Lawa' Susi ala Sulawesi Selatan
BONE - Siapa yang tak kenal dengan sashimi? Makanan khas Jepang yang terbuat dari bahan ikan mentah. Kuliner yang memang telah tersehor ke seluruh pelosok dunia itu, ternyata telah lama dikenal oleh masyarakat Sulawesi Selatan.

Di Kabupaten Bone, kuliner ikan mentah ini dikenal nama "Lawa". Cara pembuatannyapun terbilang unik. Jenis ikannya beragam, tergantung dari selera pembuatnya.  Seperti yang dilakukan oleh sejumlah ibu di Kelurahan Panyula, Kecamatan Taneteriattang, Kamis (10/5/2012).

Secara bersama-sama mereka membuat "Lawa". Terlebih dahulu, ikan segar dibersihkan dengan membuang isi perut serta menghilangkan kepala dan tulang belulangnya. Ikan lalu direndam dengan cuka selama 15 menit. Hal ini diperuntukkan untuk membuat daging ikan menjadi matang dalam larutan cuka.

Sambil menunggu proses pelarutan daging ikan dengan cuka, bahan lainnya pun dipersiapkan. Seperti mangga muda yang diserut hingga menjadi potongan potongan kecil lalu disisihkan, serta kelapa parut.  Ada dua jenis olahan kelapa yang digunakan dam pembuatan "Lawa", yakni kelapa yang disangrai dan kelapa parut yang dibakar di atas bara api.

Sementara, bumbu dapurnya hanya menggunakan garam, merica, bawang merah dan bawang putih yang terlebih dahulu digoreng serta jeruk nipis dicampur penyedap rasa yang dihaluskan terlebih dahulu.  "Bahannya ini dari ikan laut yang masih mentah, dicampur kelapa dan bumbu, kalau bakteri dari daging ikannya dijamin tidak ada karena kita sudah rendam dengan cuka," ujar Ibu Lily, salah seorang pembuat ibu pembuat "Lawa".

Setelah semua adonan usai, daging ikan pun dicampur dan siap untuk disantap, rasanya pun gurih dan bau daging ikan mentahnya menghilang. "Enak sekali baru hilang bau amisnya," ujar Firman salah seorang penikmat kuliner ikan mentah ini.

Sejatinya, kuliner semacam ini banyak dijumpai di daerah Sulawesi Selatan, utamanya di daerah pesisir pantai serta masyarakat yang bermukim di pinggiran danau Tempe di kabupaten Wajo dan Soppeng. Selain menjadi makanan khas, kuliner ini juga dipercaya oleh sebagian warga untuk menambah stamina tubuh.

Rabu, 09 Mei 2012

Bubur Gabus, Paduan Rasa dan Khasiat
 
Suasana di Rumah Makan Jambi di Jalan M Roem Nomor 45, Kota Jambi.
Bubur yang telah matang dimasak bersama gabus sehingga rasa manisnya ikan ini bercampur pada bubur.
-- Lily Koesin
Bagi pencinta kuliner, bubur kepiting mungkin tak asing lagi. Nikmat disantap saat masih panas. Namun, pernahkah mencicipi bubur ikan gabus? Ternyata rasanya berani bersaing.
Paduan rasa gurih dan manis daging gabus yang lembut itu menyatu dalam bubur yang tersaji di Rumah Makan Jambi, Jalan M Roem, Kota Jambi.
Ketika si pemilik rumah makan, Lily Koesin (54), menyajikan menu baru ini delapan tahun lalu, banyak pelanggan yang menyukainya. Sebagian dari mereka semula mencicipi bubur itu untuk tujuan kesehatan, mengingat ikan gabus punya khasiat membersihkan darah dalam tubuh serta mempercepat pemulihan pascaoperasi.
Di balik khasiatnya, rasa bubur ikan gabus juga pas di lidah. Manis dan gurih. Dari aromanya bisa dipastikan bahwa ikan gabus yang dimasak masih segar diambil dari sungai, alias tidak bermalam dalam mesin pendingin.
”Bubur yang telah matang dimasak bersama gabus sehingga rasa manisnya ikan ini bercampur pada bubur,” kata Lily.
Lily hanya menambahkan bawang putih goreng serta irisan seledri untuk memperkaya rasa dan aroma. Dengan bumbu yang sederhana itu, lanjutnya, rasa ikan dalam bubur malah jadi lebih terasa.
Lama kelamaan, peminat bubur ikan gabus semakin beragam. Pencinta bubur dan penggemar ikan akan cepat menyukai menu ini. Hingga kini, mereka yang datang umumnya pelanggan lama. Menu tersebut juga menjadi salah satu favorit.
Ketika Kompas berkunjung, Jumat (27/4/2012) pagi, salah seorang pelanggan, Sabryanto, baru selesai menghabiskan menu kesukaannya. ”Saya selalu pesan bubur ikan gabus. Ini favorit saya,” ujar pria yang menjabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jambi.
Begitu pula Romy, pelanggan lainnya, juga selalu memilih bubur ikan gabus untuk sarapan. ”Sesudah belanja di pasar, sarapan bubur ini paling cocok,” ujarnya.
Batanghari
 
Bubur ikan gabus merupakan salah satu menu favorit di Rumah Makan Jambi.
Sungai Batanghari yang membelah Kota Jambi menyediakan beragam jenis ikan air tawar, termasuk gabus. Potensi inilah yang diolah Lily untuk mengembangkan usaha rumah makan.
Lily memilih tidak menyediakan menu bubur kepiting atau udang seperti yang umumnya tersaji pada restoran hidangan laut, karena pertimbangan kadar kolesterolnya yang tinggi. Sedangkan bubur ikan gabus, selain berasa gurih, diyakini memberi manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.
Lily juga mengolah ikan gabus menjadi masakan pindang. Jenis masakan khas melayu ini punya kekuatan rasa asam, pedas, dan sedikit manis. Pindang gabus juga menarik perhatian pelanggannya.
Untuk menu ini, Lily meraciknya dengan bumbu lebih beragam, seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, kunyit, lengkuas, daun salam, irisan tomat, dan tak ketinggalan asam jawa.
Selain itu, Lily juga mengolah ikan gabus menjadi sup. Dengan banyaknya jenis menu gabus, Lily membutuhkan 10 hingga 15 kilogram ikan gabus dalam satu hari untuk diolah menjadi tiga jenis masakan ini.
Walaupun gabus punya variasi masakan paling banyak, masakan pindang patin dan pindang udang, serta sup ayam, dan sup daging sapi tetap disediakan sebagai pelengkap. Khusus bagi penggemar masakan khas China, tersedia nasi tim hainan dan nasi tim bebek.
Generasi ketiga
Rumah Makan Jambi berdiri 11 tahun silam. Lokasinya berada persis dalam lingkungan Pasar Jambi, yang merupakan kompleks pertokoan tertua di Kota Jambi. Sebagian besar bangunan di sana masih merupakan bangunan zaman penjajahan Jepang, termasuk rumah makan ini.
Menurut Suhendra Limas (58), suami Lily, sebelum menjadi rumah makan, bangunan ini semula adalah toko kelontong yang dikelola sang kakek, Lim Tjiau Seng, serta anaknya, Lim Seng Hui. ”Kami adalah generasi ketiga yang menempati rumah ini,” ujar Suhendra.
Di masa itu, usaha kelontong tidak cukup menguntungkan. Lily yang gemar memasak kemudian berpikir untuk membuka usaha rumah makan. Usaha tersebut ternyata terus berkembang. Selain membuka usaha di lantai 1 bangunan, keluarga ini menempati lantai 2 sebagai tempat tinggal.
Selain masakan yang pas, suasana di sana terasa lebih akrab. Mungkin saja karena sebagian besar yang datang memang sudah kerap singgah dan saling mengenal. Namun, bagi yang baru pertama kali, rasanya bakal betah berlama-lama duduk, menikmati sajian, sambil ngobrol, bahkan di saat pengunjung telah semakin penuh sekalipun.

Selasa, 08 Mei 2012

Kuliner India Ini Mencuri Perhatian
 Masakan seafood disajikan dalam menu buffet di Satoo Restaurant, Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2012). Dengan membayar mulai dari Rp 208.000 per orang, pengunjung bisa menikmati berbagai macam menu buffet seperti masakan India, Cina, Jepang, barat, hingga Indonesia pada jam sarapan, makan siang dan makan malam.
HEADLINE NEWS  - Pasta, sushi dan sashimi, serta nasi goreng, biasa hadir di buffet (prasmanan) restoran-restoran yang ada di hotel berbintang. Ya, seakan sebuah kewajiban untuk menghadirkan menu barat, Jepang, China, dan Indonesia.
Namun, di Satoo Restaurant yang berada di Shangri-La Hotel Jakarta, kuliner India malah mampu mencuri perhatian. Ada 12 station yang siap memanjakan lidah penggila buffet.
Salah satunya adalah station yang menyajikan kuliner India, ada banyak panci berisikan kari dengan aroma rempah yang menyeruak. Ambil Metchi Butter Naan, atau roti naan khas India. Bentuknya tipis seperti roti cane. Tektur lembut dan rasanya cenderung polos walau selintas terasa gurih mentega.
Karena paduan rasa polos mentega, naan cocok disiram dengan kari. Ada beragam kari yang bisa Anda coba. Misalnya Prawn Curry atau kari dengan udang, Panner and Mushroom Curry, Kerala Bittergourd Curry, dan Chicken Makhani.
 
Salah satu pilihan dalam menu buffet di Satoo Restaurant, Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2012). Dengan membayar mulai dari Rp 208.000 per orang, pengunjung bisa menikmati berbagai macam menu buffet seperti masakan India, Cina, Jepang, barat, hingga Indonesia pada jam sarapan, makan siang dan makan malam. 
Kerala Bitterground Curry menggunakan bahan pare. Meski memakai pare, rasa pahit tak terlalu kentara lantaran dicampur rempah-rempah dari kari. Sementara Panner and Mushroom Curry adalah tahu putih yang lembuh dipadu dengan jamur. Naan yang memiliki rasa sederhana menjadi paduan pas dengan kari berempah dengan rasa tajam.
Sebagian orang merasa masakan India terlalu beraroma dan memiliki rasa yang menyengat. Namun, di Satoo, hentakan tajam dari kari diperhalus. Sehingga kari-kari pun dapat diterima oleh lidah Indonesia. Menu India lainnya yang patut dicoba adalah Chicken Tandoori, Vegetable Biryani, dan Chicken Tikka Masala.
Station lain yang biasa diserbu tamu adalah hidangan Chinese. Bebek peking panggang dalam bentuk utuh berjajar rapi mengundang selera. Bebek begitu lembut saat digigit. Selain itu, bebek begitu lengas dan berpadu apik dengan bumbu yang meresap.
 
 Peking Duck disajikan dalam menu buffet di Satoo Restaurant, Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2012). Dengan membayar mulai dari Rp 208.000 per orang, pengunjung bisa menikmati berbagai macam menu buffet seperti masakan India, Cina, Jepang, barat, hingga Indonesia pada jam sarapan, makan siang dan makan malam.
Pilihan lain adalah station Indonesia dengan pilihan nasi goreng dan aneka hidangan lainnya seperti sate ayam. Lalu, pasta station dengan pilihan pasta seperti spaghetti, tagliate, dan pasta jenis lainnya yang berubah-ubah setiap hari. Pun dengan sausnya, ada banyak saus untuk menambah rasa pasta, seperti pesto dari daun basil, carbonara dari krim, sampai bolognese dari tomat. Isian pasta juga sesuai selera, mau bahan laut seperti ikan dan udang, atau yang klasik seperti bacon.
Sebelah station pasta adalah Noodle station yang menyajikan aneka hidangan mi. Seakan mempertemukan pasta, si mi ala barat, dengan mi ala Asia. Di station ini, hidangan yang tampil menggunakan udon, ramen, soba, mi, dan soun.
Di tengah area adalah station Jepang yang menghadirkan sushi dan sashimi. Sushi sudah disajikan, Anda tinggal mengambilnya. Sementara sashimi, Anda pesan dulu pada chef station untuk minta dipotongkan tuna atau salmon. Seberang station tersebut adalah station salad.
Sentuhan makanan barat berada di sudut dekat station Indonesia. Aneka keju bisa Anda nikmati. Lalu station yang agak tersembunyi, tepatnya station yang menghadap ke taman adalah station grill atau barbeque. Daging sapi tenderloin dan sirloin, ayam, ikan, atau udang, bisa dibakar sesuai pilihan.
Puas dengan aneka menu berat, silahkan tutup dengan hidangan pencuci mulut di dessert station. Kue, es krim, puding, manisan, bisa menjadi pilihan. Tetapi paling mencolok tentu chocolate fountain (air mancur cokelat). Biasanya, buffet di hotel-hotel berbintang tak setiap hari mengeluarkan chocolate fountain. Di Satoo, chocolate fountain selalu ada setiap hari. Seberang dessert station adalah station buah dan jamu station.
 
Menu buffet disajikan di Satoo Restaurant, Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2012). Dengan membayar mulai dari Rp 208.000 per orang, pengunjung bisa menikmati berbagai macam menu buffet seperti masakan India, Cina, Jepang, barat, hingga Indonesia pada jam sarapan, makan siang dan makan malam. 
"Ibu jamu yang meracik ini asli ibu-ibu jamu gendongan. Tinggal dilatih bagaimana menjaga higienitas," tutur Executive Communications Shangri-La Hotel Jakarta, Felicia Setiawan.
Di jamu station, tamu bisa mencicipi minuman herbal khas Indonesia yang klasik seperti beras kencur. Ada pula hasil paduan seperti Jamu Capucinno dan Jamu Fruit Punch.
Satoo memang menawarkan pengalaman kuliner mulai dari hidangan Indonesia, Asia, sampai Barat. Walau untuk hidangan barat terbatas pada masakan Italia dan ala Amerika. Hanya saja, Satoo sejak lama menjadi buruan penggemar buffet atau restoran dengan konsep "all you can eat" di Jakarta. Tak heran, setiap hari Satoo tampak ramai.
Harga untuk prasmanan berbeda-beda tergantung hari dan jam. Untuk makan siang harga mulai dari Rp 208.000 (++). Satoo mengusung station dengan model dapur terbuka. Sehingga tamu dapat memesan langsung makanan yang diinginkan. Tak hanya itu, setiap station ditata dengan cantik. Misalnya station Indonesia lengkap dengan hiasan aneka rempah dan beras. Atau, station India yang menampilkan kari dalam wadah panci warna-warni. Begitu cantik...

Senin, 07 Mei 2012

Farah Quinn Bawa Kopi Luwak dan Lapis Legit ke Selandia Baru
 Gaya chef Farah Quinn saat memasak.
ADELAIDE - Koki, model dan selebriti Indonesia Farah Quinn sekarang sedang berada di Selandia Baru guna mempromosikan pariwisata negara tersebut guna menarik lebih banyak pengunjung dari Indonesia. Selain akan mempromosikan Selandia Baru, Farah juga tampil di berbagai media di Selandia Baru memperkenalkan masakan Indonesia.
Ketenaran Farah lewat acara memasaknya Ala Chef, dan juga pengaruhnya di jaringan sosial Facebook (lebih satu juta pengikut) dan Twitter (lebih dari 237 ribu pengikut) menjadikannya sebagai Duta keliling bagi Selandia Baru.
Farah Quinn diundang oleh Bandara Auckland, bandara di ibukota Selandia Baru tersebut yang sekarang giat melakukan promosi di banyak kawasan Asia.
Dalam rilisnya hari Senin (7/5/2012), pihak pengelola Bandara Auckland mengatakan walau Selandia Baru sebenarnya memiliki tempat-tempat wisata yang tidak kalah menariknya dibandingkan Eropa dan Amerika, namun kehadiran mereka masih belum maksimal di Asia. Karenanya menggunakan selebriti seperti Farah Quinn, diharapkan akan lebih mempopulerkan Selandia Baru.
"Kami bermaksud menggunakan popularitas Farah di Indonesia, khususnya lewat sosial media, guna menyampaikan pesan bahwa Selandia Baru adalah destinasi mewah yang harus dikunjungi oleh orang-orang dari Indonesia," kata Glen Wedlock, Manajer Umum di Bandara Auckland.
Hari Sabtu (5/5/2012), Farah Quinn juga tampil dalam acara Breakfast di Televisi One Selandia Baru, dimana Farah membawa beberapa kue diantaranya lapis legit, nastar, kue satu untuk dicicipi oleh pembawa acara. Farah juga memperkenalkan kopi luwak.
"Mereka tertarik dengan lapis legit dan kopi luwak yang kubawa dari Indonesia," kata Farah di halaman Facebooknya. Dengan sekitar 42 juta pengguna Facebook di Indonesia, semakin banyak kecenderungan promosi sekarang dilakukan lewat jaringan sosial. 

Minggu, 06 Mei 2012

Soto Branggahan, Dua Mangkuk Baru Kenyang...
Soto Branggahan, soto dengan kuah santan dan selalu disajikan dalam mangkok kecil. Soto Branggahan banyak dijajakan di Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
KEDIRI - Soto Branggahan, begitulah masyarakat menyebutnya. Masakan berkuah isi daging ayam dengan segala ciri khasnya ini dinamai Branggahan karena hanya dijumpai di desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Isi soto Branggahan menggunakan daging ayam kampong.
Selain itu, yang membedakan dengan jenis soto lainnya adalah kuahnya yang bercampur dengan santan sehingga rasa gurihnya semakin kuat. Ditambah pula racikan bumbu rempah yang tepat. Cara penyajiannya pun tak kalah menarik.
Ukuran mangkuknya tak sebesar sebagaimana wadah penyajian soto pada umumnya, tetapi menggunakan mangkuk kecil yang menyerupai cawan. Sehingga, setidaknya butuh dua mangkuk untuk membuat perut cukup terisi. "Saya gak tahu kenapa mangkuknya kecil, sejak dulu ya begini ini," kata Ilyas, salah satu pedagang soto Branggahan, Sabtu (5/5/2012).
Maklum saja dinamai Branggahan karena di desa yang terletak di Kediri bagian selatan dan hampir berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung ini terdapat puluhan pedagang yang khusus menjajakan soto ini. Mereka menjajakannya di warung-warung tenda semi permanen yang dibangun di sepanjang pinggir jalan. "Kalau ada pertemuan paguyuban, jumlahnya mencapai 51 pedagang soto," ujar Ilyas.
Para pedagang itu umumnya adalah warga sekitar dan telah berjualan soto secara turun temurun. Begitu pula dengan Ilyas, ia dan tiga orang saudaranya sama-sama berjualan soto karena meneruskan usaha kakeknya.
Dari cerita yang selama ini beredar, "sentra soto" tersebut sudah ada sejak tahun 1950. Para pedagang tersebut menjajakannya setiap hari. Bahkan diakhir pekan, jam buka warung bisa bertambah hingga larut malam. Hal ini karena banyaknya pengunjung yang datang. "Rasanya enak dan harganya terjangkau, cukup Rp.5.000 saja," kata Hera, salah seorang pembeli.

Sabtu, 05 Mei 2012

Ini Dia, Rawon Iga Spesial ala Grand Dafam
Rawon Iga Spesial di Hotel Grand Dafam MM Yogyakarta.
HEADLINE NEWS - Rawon atau nasi rawon, karena selalu disajikan dengan nasi, adalah menu berupa sup daging dengan bumbu khas karena mengandung kluwek. Rawon, meskipun dikenal sebagai masakan khas Jawa Timur, dikenal pula oleh masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Daging untuk rawon umumnya adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil. Bumbu supnya sangat khas Indonesia, yaitu campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas (laos), ketumbar, serai, kunir, lombok, kluwek, garam, serta minyak nabati.
Semua bahan ini (kecuali serai dan lengkuas) dihaluskan, lalu ditumis sampai harum. Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging bersama-sama dengan daging. Warna gelap khas rawon berasal dari kluwek. Rawon disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan tauge kecil, daun bawang, tempe goreng, telur asin, kerupuk, dan sambal.
Kalau Anda berlibur di Yogyakarta, rawon iga spesial ini dapat Anda nikmati di Hotel Grand Dafam Merapi-Merbabu Yogyakarta
Lantas apa yang membuat rawon iga di Hotel Grand Dafam MM Yogyakarta ini menjadi spesial?
Menurut Ninik Haryanti, Corporate Public Relation Manager Dafam Hotels & Resort Indonesia, ada dua alasan rawon iga ini menjadi spesial. "Pertama, ukuran daging yang digunakan. Pada rawon iga spesial ini menggunakan daging iga sapi berukuran panjang 17 cm dengan lebar mencapai 7 cm," kata Ninik.
Wow fantastis sekali. Kedua, lanjut Ninik, bumbu khas yang digunakan. Untuk rawon ini menggunakan racikan bumbu khas rempah Indonesia dengan kluwek sebagai pembuat warna hitam (black sauce). "Kluwek merupakan bumbu dapur yang hanya dapat ditemukan di tanah Jawa saja, sehingga masakan rawon ini cukup khas citarasanya," ujarnya.
"Ketiga, porsinya yang cukup banyak," sambung Ninik lagi.
Ternyata, rawon iga spesial ini mendapat sambutan hangat para tamu yang menginap di Hotel Grand Dafam MM Yogyakarta. "Para tamu menyukainya, malah membuat selera makan makin nambah," kata Ninik sembari tertawa.
Untuk pemesanan rawon seharga Rp 70.000++ Anda sudah mendapatkan 1 mangkok jumbo rawon ditambah dengan nasi, krupuk, sambal, tauge dan lalap.
Grand Dafam MM Yogyakarta adalah hotel berbintang empat atau hotel keenam di bawah jaringan Dafam Hotels & Resort Indonesia. Hotel ini memiliki 134 kamar, terdiri dari 106 kamar deluxe, 18 kamar executive, 6 kamar executive balcony, 2 kamar suite, 2 kamar royal suite. Pegawai hotel melayani tamu dengan sepenuh hati serta menonjolkan keramahtamahan asli Indonesia.
Sejak beroperasi 15 Desember 2011, Hotel Grand Dafam MM Yogyakarta bertekad tampil beda dengan mengangkat destinasi wisata di Yogyakarta serta kulinernya. Makanan khas daerah ditonjolkan, sehingga tamu merasa betah seakan berada di rumah sendiri. "Kali ini menu rawon iga spesial yang kita tonjolkan. Ke depan, kita ingin membuat pasar ikan," tambah Ninik.

Jumat, 04 Mei 2012

Menikmati Panini Sepuasnya
Sunday Brunch di Orient8 Hotel Mulia, Jakarta.
HEADLINE NEWS  - Masakan Italia di Indonesia biasanya seputar pasta dan pizza. Salah satu masakan Italia yang sederhana adalah Panini. Sekilas seperti sandwich atau roti lapis isi. Bedanya, setelah roti diberi isian, roti kemudian dibuat gepeng sekaligus dibakar.
Di restoran Orient8 yang berada di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, tamu bisa menikmati Panini sepuasnya. Panini menggunakan roti lonjong yang tebal. Lalu diberi isian ham dan keju. Tak terlupa salada dan sayuran lainnya. Sebagai penambah rasa, ditambahkan mustard dan mayonaise.
Sunday Brunch di Orient8 Hotel Mulia, Jakarta.
Roti kemudian dibuat gepeng dengan alat pemanggang dengan dua sisi panggangan yang berfungsi untuk menjepit roti. Menu sederhana, namun rasanya lezat. Selain Panini, tamu bisa menikmati hidangan bernuansa Perancis dan Pan Asia. Ya, Orient8 memang terkenal sebagai restoran yang mengusung kolaborasi cantik antara Perancis dan Pan Asia.
“Panini hanya tersedia Orient8 saat Sunday Brunch,” tutur Executive Chef Orient8, Florian Lamelot.
Sesuai namanya, Sunday Brunch di Orient8 tersedia hanya di hari Minggu mulai pukul 11.00-14.30. Sesuai konsep brunch, atau hidangan di antara jam normal sarapan dan makan siang, menu yang disajikan lebih ringan layaknya sarapan. Namun ada beragam menu yang ditawarkan secara prasmanan, seperti makan siang.
Anda bisa mulai dengan aneka sushi dan sashimi yang khas Jepang. Masih di area makanan laut yang dihidangkan secara mentah, sentuhan Perancis terasa di menu tiram mentah yang hanya diberi perasan jeruk lemon.
Sunday Brunch di Orient8 Hotel Mulia, Jakarta.
Lalu, coba ke menu kalkun panggang yang nikmat disantap dengan saus kaldu. Berlanjut ke hidangan klasik barat seperti cordon blue sampai steak. Lanjutkan pula ke hamparan kue dan puding manis sebagai hidangan penutup. Tak terlupa chocolate fountain yang hanya hadir di Sunday Brunch.
Tentu kurang rasanya brunch tanpa wine, terutama sparkling wine. Tak lengkap pula brunch ala Perancis tanpa keju. Nah, di Orient8, tamu dapat menikmati beragam pilihan keju yang cocok dinikmati dengan sparkling wine. Oleh karena itu, harga yang ditawarkan untuk buffet (prasmanan) saat Sunday Brunch dengan Rp 308.000 sudah termasuk keju, sementara Rp 448.000 harga sudah termasuk keju dan wine.
Keju-keju ini seakan pula selaras dengan Napoleon Bonaparte, kaisar penggemar keju. Ya, Orient8 menampilkan tokoh Napoleon Bonaparte berkacama hitam dan menggunakan sumpit, pada lukisan dinding sampai ke tatakan gelas.
 
Sunday Brunch di Orient8 Hotel Mulia, Jakarta.
Sang Napoleon seakan representasi pengaruh Perancis pada kawasan Indochina. Suasana elegan nan cantik menghadirkan suasana romantis di Orient8. Kursi-kursi ukiran dengan motif kain chinoiserie. Lalu tak hanya satu, tetapi ada banyak lampu gantung menghiasi langit-langit. Paduan warna emas khas China dan kelabu khas Perancis. Hanya di Orient8, makan Panini di bawah lampu gantung kristal nan mewah.

Kamis, 03 Mei 2012

Tansu Ini Membuat Anda Ketagihan...
Warung ketan susu atau Tansu di Kemayoran, Jakarta Pusat.
HEADLINE NEWS -  Pagi, siang, sore, malam, warung satu ini selalu ramai. Tamu satu baru saja pergi, datang lagi tamu yang lain. Seakan pengunjung yang datang tak pernah putus. Padahal, warung tersebut sangat sempit. Hanya sekitar tiga kali tiga meter. Bertembok di dua sisi, sisi lainnya terbuka. Lalu meja dan bangku kayu. Sementara di sisi belakang kompor terus menyala.
Apa daya tariknya? Bukan menu mewah ataupun menu yang variatif. Warung yang cocok jadi tempat nongkrong minum kopi ini menjual satu menu utama saja yaitu ketan susu. Oleh karena itu, warung sederhana itu pun dikenal sebagai Tansu Kemayoran.
Tansu singkatan dari ketan susu, terletak di Kemayoran, Jakarta Pusat. Letak warung memang agak "nyempil" dan tak terlihat dari jalanan. Posisinya terletak di Jalan Garuda, yang mengarah ke Jalan Benyamin Sueb.
"Usianya wah udah setengah abad. Ini sudah dari zaman kakek saya," kata Herman saat ditemui di warung Tansu, Senin (23/4/2012).
Herman merupakan generasi ketiga dari pengelola warung Tansu tersebut. Ia pun menunjuk ke beberapa saudaranya untuk menjelaskan bahwa Tansu memang dikelola oleh keluarga secara turun-temurun.
"Kalau gak salah dari tahun 1956. Yang ini (menunjuk lelaki di sebelahnya) ponakan saya, jadi buyutnya kakek saya," jelasnya.
Warung ketan susu alias Tansu di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Tahun ini pun tak pasti. Sebab, jika bertanya ke orang yang berjaga warung Tansu di lain hari, jawaban bisa beda lagi. Ada yang menyebut tahun 1958, ada pula yang mengatakan tahun 1960.
Namun yang pasti, awalnya Tansu disajikan tanpa susu. Jadi hanya ketan dengan taburan parutan kelapa. Perkembangan selanjutnya, ketan dengan taburan kelapa itu pun ditambahkan susu.
Paduan ketan yang cenderung gurih dan aroma kelapa parut, bersanding pas dengan legitnya susu kental manis. Jika tak suka manis, Anda bisa minta dituangkan susu sedikit saja atau tanpa susu sekalian.
Aroma ketan juga sangat wangi. Apalagi ketan yang disajikan selalu dalam keadaan panas. Ketan panas mengepul dengan tekstur lembut. Semakin pas dimakan dengan aneka gorengan tersedia. Gorengan seperti tempe, pisang, singkong, dan ubi, jadi semacam lauk bagi si ketan.
Menurut saya, paling pas adalah tempe goreng sebagai pendamping ketan susu. Tempe diiris tipis dan dibumbui sederhana dengan garam, bawang putih, serta sedikit lada. Lalu digoreng kering.
Asin tempe seakan menyeimbangkan manis dari susu kental manis yang dituang di ketan. Pilihan minuman bisa teh atau kopi. Jika Anda penggemar teh, pesan saja teh poci. Teko tanah liat khas Tegal seakan menunjukkan usia dan asal pemilik warung Tansu.
Bibir teko yang pecah dan tambalan di sana-sini tak mengurangi kenikmatan meminum teh poci. Sayang gula yang tersedia adalah gula pasir, bukan gula batu.
Harganya pun murah. Ketan dengan susu hanya Rp 3.000, gorengan Rp 1.000, sedangkan teh poci Rp 2.000. Hati-hati sekali mencoba, Anda akan ketagihan si "Tansu". Tak masalah, jika Anda ingin sering-sering makan Tansu, sebab warung ini buka 24 jam dan bisa dibungkus untuk dibawa pulang.

Rabu, 02 Mei 2012

Menikmati "All Day Breakfast" setelah Berbelanja
Slim Daddy yang terdiri pasta aglio olio yang sangat lezat juga terdapat apple salad, scrambled egg, onion rings dan tentu saja mini pancake.
HEADLINE NEWS - Setelah lelah melakukan shooping, ada pilihan tempat makan yang dihadirkan oleh Palem Cafe, tepatnya di Central Park. Tempat ini dapat menjadi pilihan Anda untuk bersantai atau sekadar nongkrong bersama teman, keluarga atau pasangan sambil menikmati pasta dan steak di sini.
Apalagi sekarang Palem Cafe menghadirkan menu andalah baru yakni All Day Breakfast yang terdiri dari 4 varian paket yang di sediakan yaitu: Sunny Sally, Slim Daddy, Honey Winnie, dan Papper Bob. Paket All Day Breakfast dapat memudahkan Anda agar dapat menikmati menu di Palem Cafe dengan harga serta pilihan yang menarik.
Kita mulai dari Sunny Sally yang terdiri dari scrambled egg, grilled chicken, mashed potato dan mini pancake. Sunny Sally merupakan pilihan yang sangat tepat untuk para penggemar telur tapi tidak ingin terlalu kenyang.
Selanjutnya ada Slim Daddy yang terdiri pasta aglio olio yang sangat lezat juga terdapat apple salad, scrambled egg, onion rings dan tentu saja mini pancake. Slim Daddy dapat menjadi pilihan Anda yang menyukai pasta, tentu saja pasta Aglio Olio disini sangat lezat dan juga tidak perlu diet tubuh Anda terganggu.
Palem Cafe di Central Park.
Berbeda dengan rasa dari authentic Italian food yang terasa lebih hambar atau tasteless, Palem Cafe menyajikan menu varian pasta dan steak yang lebih familiar. Sajian menu yang diramu oleh Executive Cheff George Lee, mempunyai rasa gurih yang khas, berkari dan yang paling penting porsi yang terbilang cukup besar.
Ada juga paket Honey Winnie yang dipersembahkan bagi Anda yang menyukai berbagai honey salad dan Apple salad karena di dalam paket Honey Winnie terdiri dari scrambled egg, pasta aglio olio, onion Rings, mini pancake.
Terakhir ada Peper Bob yang terdiri dari corn soup, onion rings, spicy chicken pasta, scrambled egg, garlic potato. Paper Bob merupakan menu paket Andalan dalam All Day Breakfast di Palem Cafe karena rasanya yang pedas atau spicy pasta.
Santap ragam sajian tersebut dalam nyamannya suasana kafe yang dibuat simpel, elegan namun tetap mempunyai sentuhan modern. Sambungan Wifi dan desain jendela lebar yang membawa hangatnya sinar matahari menambah nilai plus dan tentu saja membuat kita semakin betah untuk berlama-lama duduk sambil menikmati alunan musik jazz bersama teman, kerabat dan keluarga.

Selasa, 01 Mei 2012

Lezatnya Otak-otak Makassar
Otak-otak Makassar.
MEDIA INFORMASI - Pergi ke Makassar jangan lupa mencoba makanan otak-otak merk Ibu Elly. Otak-otak yang dibungkus daun pisang ukurannya lebih besar dibanding otak-otak yang ada di Jakarta. Bisa dibeli di tokonya di Jl Kijang Makassar, Sulawesi Selatan. Bungkusan otak-otaknya selalu dibungkus daun warna hijau muda yang masih segar dan harga Rp 2.800 per buah.
Untuk yang tinggal di Jakarta sudah ada cabang di Pantai Indah Kapuk dan Jalan Fatmawati yang dikelola anaknya. Setiap hari otak-otak dengan rasa ikan tengiri ini memproduksi 10.000 bungkus otak-otak. Sebagian besar untuk oleh-oleh wisatawan yang habis melancong di Makassar.
Kotak kemasan di luar kardus tempat otak-otak ada tulisan oleh-oleh khas Makassar dengan warna kuning bunga matahari dan  hijau daun. Bungkusan otak-otaknya memang kelihatan cantik dengan daun pisang yang masih segar berwarna hijau muda.
Otak-otak ini diproduksi sejak tahun 1995 meneruskan usaha mertuanya. Rasanya tidak berubah sepanjang 17 tahun karena ikan tengirinya dijamin dari pilihan ikan terbaik. Sehari ikan tengiri yang harus digiling sebanyak 50 kilogram. Otak-otaknya agar awet sampai beberapa hari bisa disimpan di-freezer dan siap dimakan dengan dibakar lebih dulu.
Bungkusan otak-otaknya yang berukuran besar selebar ibu jari orang dewasa dan panjang 10 centimeter mengundang selera untuk segera mencicipinya apabila dihidangkan panas-panas setelah dibakar. Rasanya kenyal dan rasa ikan tengirinya sangat terasa. Apalagi dicocol dengan bumbu tauco rasanya tambah mantap.
Di Toko Elly yang menempati sebuah ruko ini sekaligus menjadi tempat membuat  otak-otak. Oleh-oleh khas Makassar lainnya yang juga bisa dibeli juga antara lain pisang hijau, kacang makassar, abon ikan, sambel kuning, markisa, minyak gosok dan kain sutra khas Makassar.

Senin, 30 April 2012

Mie Belitung Atep atau Mie Artis!
 Mie Belitong Atep.
MEDIA INFORMASI - Kalau Anda sedang  wisata kuliner ke Pulau Belitung jangan lupa mampir makan Mie Belitung Atep di Kota Tanjungpandan. Mie Belitung adalah mie kuning yang disiram kuah udang dan ditaburi bakwan udang, irisan timun, potongan kentang rebus, udang rebus, emping melinjo dan taoge ini sangat khas rasanya karena tidak ada di kota lain.
Nyonya Atep yang saat ini berusia 67 tahun ternyata telah 39 tahun berjualan mie belitung dan sampai sekarang masih melayani sendiri pembelinya dengan meracik sendiri bumbunya. Cara penyajiannya, mie kuning ditata dengan taburan taoge, irisan timun, potongan kentang rebus, emping melinjo dan terakhir disiram kuah udang kental yang berwarna kecoklatan. Seekor udang ukuran utuh juga disajikan diatas siaraman kuahnya. Aroma kuah kaldunya yang berbau udang sangat menggugah selera apalagi dimakan saat panas.
Rasa mie belitung yang membikin nikmat adalah kuahnya. Karena berasal dari kaldu udang asli ditambahi bumbu-bumbu. Kuah mie yang berwarna kecoklatan seperti gula aren terasa manis dan gurih campuran dari kuah rebusan udang dan gula aren serta bumbu merica, laos dan daun salam. Kuahnya kental dan segar cocok untuk makan siang rasanya terasa pas mengalir di lidah.
Nyonya Atep tidak pernah membuka cabang di tempat lain dan menjadi legenda sebagai mie penggagas mie belitung karena sudah 39 tahun berjualan. Dengan ramah  Nyonya Atep bercerita kepada pengunjung restorannya, bahwa dia asli kelahiran Belitung dan diajari bumbu masak resep leluhurnya membuat mie belitung. Sayang sekali anak-anaknya tidak mau membuka cabang di kota lain karena telah mempunyai pekerjaan lain.
Restorannya yang sederhana berada di ruko bisa menampung lima puluh tamu di jam yang sama. Tetapi penyajiannya tetap menunggu tamu datang jadi makan mienya pasti selalu baru dimasak. Harga Mie Belitung Atep cukup Rp 10.000 per porsi. Selain mie belitung ada juga menu lain nasi tim ayam yang dijual dengan harga Rp 11.000 per porsi. Karena sering dikunjungi artis,  mie ini sering dijuluki mie artis. Hampir kebanyakan pengunjungnya adalah wisatawan dari luar kota yang telah mendapat rekomendasi salah satu tujuan wisata kuliner. Karena lokasinya pas di tengah kota Tanjungpandan memang strategis untuk didatangi.
Karena Pulau Belitung terkenal dengan makanan hasil laut. Maka mie belitung identik dengan olahan laut. Kalau di kota lain ada mie ayam, mie kocok, mie rebus, maka di mie Belitung memang terbuat dari kuah udang dan bakwan udang. Kerupuk pendamping makannya juga berbahan hasil laut antara kerupuk udang, kerupuk cumi dan kerupuk ikan.
Lokasinya tepat di tengah kota Jalan Sriwijaya, Tanjungpandan. Warung ini menempati  sebuah ruko yang sederhana dan bermeja kayu panjang dengan kursi plastik. Dari  kursi pengunjung bisa melihat Nyonya Atep meracik mienya.
Mie kuning diseduh sebentar air panas. Setelah disaring airnya diberi pelengkapan lauknya.Setiap  meracik mie belitung bisa langsung disiapkan sepuluh piring porsi. Jadi me belitungnya selalu fresh karena baru disiapkan setelah pembeli memesan.
Selain mie belitung, wisata kuliner lain di Pulau Belitung adalah sop gangan ikan, otak-otak, tekwan, empek-empek, martabak bangka, rajungan masak asam manis atau saus tiram.

Sabtu, 28 April 2012

Sate Ikan Marlin Khas Tanjung, Memang Maknyus!
Sate ikan marlin khas Tanjung, Lombok Utara, NTB. 

Pada jamuan makan malam yang digelar Gili Jazz di Gili Trawangan, Lombok, Senin (23/4/2012) lalu, hidangan sate ikan marlin khas Tanjung menjadi menu utama yang sayang untuk dilewatkan.
Sebelum dihidangkan, ketika sate buatan pasangan suami istri Artiman dan Nur Santen tersebut masih dipanggang dengan arang batok kelapa, belum apa-apa wanginya sudah menerbitkan selera makan.
Menurut Artiman, sate ikan marlin buatannya itu cukup istimewa. "Biasanya dari ikan cakalang, tapi kami memakai ikan marlin yang kira-kira berat per ekornya 40 kilogram," ujar Artiman yang mematok harga Rp 10.000 untuk lima tusuk satenya.
Untuk menciptakan rasa gurih dan menambah selera, Artiman dan Nur Santen meracik bumbu sederhana yang dioleskan di atas satai sebelum dipanggang. "Pertama pisahkan daging dari tulangnya, terus potong kecil-kecil. Setelah itu kasih bumbu dari santan yang diayak, lengkuas, jahe, dan kemiri," papar Artiman.
"Rahasia supaya harum, saya kasih perasan daun jeruk nipis," lanjutnya.
Sebelum dikenal luas di Lombok, sate ikan tersebut konon berasal dari Kampung Kandang Kao tempat kelahiran Nur Santen. "Ini asli dari kampungnya Ibu (Nur Santen). Jadi orangtua dulu enggak setiap hari bikin begini, hanya hari lebaran yang dihidangkan di masjid-masjid. Lama-lama banyak yang berminat, jadi dibawalah ke luar," kisah Artiman.

Jumat, 27 April 2012

Waroengkoe, Alternatif Tongkrongan Muda-mudi Bali
 Waroengkoe yang terletak di Jalan Waturenggong, Denpasar, Bali, memiliki ciri khas interior klasik dan dapat menjadi alternatif wisata kuliner serta tongkrongan yang nyaman.

DENPASAR - Mencari kuliner lezat, unik, dan bercita rasa tinggi sangat mudah ditemui di Bali. Begitu juga dengan tempat tongkrongan yang "cozy", asyik, gaul untuk kawula muda, bertebaran dimana-mana.
Namun tak banyak yang menawarkan konsep gabungan keduanya, kuliner sekaligus tempat tongkrongan. Salah satu tempat yang dapat menjadi alternatif wisata kuliner serta tempat tongkrongan muda-mudi Bali adalah Waroengkoe.
Sebuah warung makan yang terletak di Jalan Waturenggong, Denpasar ini memiliki banyak keunikan. Konsep interior klasik perpaduan Jawa-Bali akan memanjakan anda saat masuk ke dalamnya.
"Awalnya coba-coba , tapi mungkin tempatnya mereka (konsumen) suka, tempatnya unik lain daripada yang lain," ujar pemilik Waroengkoe, Chandra Dewi (46) yang memulai usaha "coba-coba"-nya ini 7 tahun silam.
Tak hanya desain interiornya yang memadukan budaya Jawa dan Bali, menu masakannya pun kolaborasi antara keduanya. Jika ingin menyantap makanan berat, menu masakan khas Jawa seperti rawon, nasi campur dengan berbagai pilihan lauk dan sayur seperti tumis kangkung, cah tauge, kering tempe siap memanjakan lidah Anda.
Tapi jika Anda hanya ingin menikmati camilan atau bisa juga sebagai makanan penutup, kuliner khas rujak Bali menjadi andalan disini. "Disini ada rujak gula, kacang, dan cuka," kata ibu dua anak tersebut.
Soal rasa, tak perlu diragukan lagi. Rata-rata pengunjung yang pernah mencoba masakan Waroengkoe, biasanya mereka akan datang kembali.
"Menunya enak, suasana unik, gak ada yang mengecewakan disini, harga juga terjangkau," tutur Dharma, seorang karyawan swasta yang menjadi pelanggan tetap Waroengkoe.
Anda tak hanya disuguhi kuliner dengan cita rasa tinggi, tapi di Waroengkoe anda juga bisa "nongkrong" bersama kekasih, keluarga, rekan kerja, atau sekedar bercengkrama bersama teman dengan penuh kenyamanan.
"Biasanya makan dan ngobrol, disini enak buat nongkrong-nongkrong," imbuh pria berusia 23 tahun yang hampir setiap hari makan siang di Waroengkoe.
Menu pilihan untuk "nongkrong" pun tak kalah variatif dengan menu utama, di Waroengkoe Anda dapat memesan kentang goreng, roti bakar, ditemani wedang jahe yang bahannya didatangkan langsung dari Klaten, Jawa Tengah, atau kopi Bali yang memiliki rasa serta aroma khas Pulau Seribu Pura.
Meski lebih didominasi kaum muda, mulai pelajar, mahasiswa, hingga profesional muda, menu dan suasana nyaman Waroengkoe juga cocok untuk semua umur dan kalangan. "Ada yang kalau siang makan disini sama teman kerja, terus malamnya bawa keluarga kesini," ungkap Muhammad Ustaf Sukwan (47), suami Chandra yang ikut mengelola Waroengkoe.
Soal harga, Anda tak perlu khawatir, karena banyak pelanggan dari kalangan pelajar dan mahasiswa, tarifnya pun disesuaikan dengan kantong mereka. Untuk menu nasi campur rata-rata dibanderol Rp 15.000, camilan seperti rujak Rp 6.000, dan untuk minuman seperti wedang jahe dan kopi bali hanya Rp 5.000.
"Harga terjangkau untuk berbagai kalangan, kalau mau naikin harga Rp 500 aja, kita mikirnya sebulan karena memperhatikan pelanggan yang dari pelajar dan anak kos," beber Wawan, sapaan akrabnya.
Waroengkoe buka setiap hari mulai jam 12.00 WITA hingga pukul 23.00 WITA. Letak Waroengkoe juga mudah dijangkau, dari perempatan SMA Negeri 2 Denpasar, sekitar 100 meter ke timur Jalan Waturenggong, Anda akan menemui Waroengkoe dengan ciri khas bangunan unik di selatan jalan.

Kamis, 26 April 2012

Ini Dia Nasi Kucing Tepi Palmerah
 
Pengunjung memilih berbagai macam sate dan gorengan di Angkringan Sego Kucing jalan Palmerah Barat, Jakarta, Senin (23/4/2012). Makanan rakyat khas Daerah Istimewa Yogyakarta ini disajikan seperti aslinya lengkap dengan teh poci dan pilihan nasi kucing isi teri, telur dadar, dan tempe.

Angkringan khas Yogyakarta sudah banyak bermunculan di Jakarta. Tak hanya orang asli Yogyakarta, tetapi juga orang-orang yang pernah menetap di Yogyakarta, akan selalu menyimpan kerinduan untuk menikmati ”nangkring” di angkringan, saat harus merantau ke Jakarta.
Di Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat, Anda bisa mampir di gerobak angkringan ala Yogyakarta. Untuk menemukan angkringan ini, arahkan kendaraan Anda dari Pasar Rawa Belong menuju Pasar Palmerah. Angkringan tersebut akan berada di sisi kiri jalan.
Dengan embel-embel Sego Kucing Gunung Kidul, angkringan ini baru selepas magrib. Sesuai nama angkringan, nasi kucing sudah pasti menjadi menu utama. Lalu mengapa ”Gunung Kidul”? Memangnya ada bedanya nasi kucing di Gunung Kidul, Bantul, atau daerah lain di Yogyakarta?
”Oh sama saja. Ini disebut Gunung Kidul, soalnya saya dari Gunung Kidul,” kata Sentot sambil tertawa, pemilik angkringan tersebut saat disambangi Kompas.com, Senin (23/4/2012).
Sentot bukanlah satu-satunya pemilik angkringan tersebut. Bersama beberapa teman, mereka membuat angkringan pertama di Jalan Palmerah Barat sekitar tiga tahun lalu. Selanjutnya mereka buka lagi di dua tempat berbeda lainnya, masih di daerah Jakarta Barat.
Layaknya angkringan di Yogyakarta yang berkonsep santai untuk tempat berbincang-bincang sambil menikmati hidangan sederhana, beberapa pengunjung biasa mengajak Sentot dan teman-temannya mengobrol. Bahkan, Sentot pun akhirnya punya nama beken.
”Ya itu, Sentot itu nama beken saya. Nama asli saya di kampung itu Bayu,” ungkapnya sambil tertawa.
Nasi kucing yang tersedia di angkringan ini ada nasi kucing isi teri, nasi kucing isi tempe, dan nasi kucing isi telur dadar. Sebagai pelengkap, menu-menu khas angkringan pun menjadi teman nasi kucing. Ambil sendiri lauk yang Anda inginkan. Lalu minta Sentot untuk membakarnya.
Sebut saja seperti sate usus, sate ampela, tahu dan tempe bacem, aneka gorengan, serta ayam bacem. Ini baru sebagian besar yang disebut. Jika Anda datang langsung, gerobak penuh dengan aneka lauk. Sama seperti nasi kucing, semuanya tentu dalam porsi-porsi kecil.
Berbeda dengan beberapa angkringan di Jakarta, rasa menu-menu di angkringan tersebut selintas membawa kerinduan lidah akan angkringan di Yogyakarta. Rasa legit dari lauk-lauk begitu terasa. Tak hanya lauk bacem, bahkan sate usus dan sate sosis pun begitu legit.
Semakin mantap ditemani teh poci. Walau teko yang digunakan bukan dari tanah liat melainkan teko dari kaleng, pun gelas-gelas kecilnya. Teh poci disuguhkan dengan gula batu. Jangan berharap harganya akan semurah di Yogyakarta. Ini Jakarta. Sate diberi harga Rp 2.000, sedangkan harga nasi kucing Rp 1.500.
Malam semakin larut, saat pengunjung mulai berdatangan. Tampak rapi khas busana kantoran. Tak peduli busana rapi, mereka dengan santai lesehan di tikar yang disediakan di dekat gerobak angkringan.
Menanti urainya kemacetan Jakarta, sambil menikmati nasi kucing dan teh poci. Lalu berbincang santai dengan Sentot dalam bahasa Jawa. Sejenak memori membawa diri ke Yogyakarta.