FOOD STORY

Jumat, 04 Mei 2012

Menikmati Panini Sepuasnya
Sunday Brunch di Orient8 Hotel Mulia, Jakarta.
HEADLINE NEWS  - Masakan Italia di Indonesia biasanya seputar pasta dan pizza. Salah satu masakan Italia yang sederhana adalah Panini. Sekilas seperti sandwich atau roti lapis isi. Bedanya, setelah roti diberi isian, roti kemudian dibuat gepeng sekaligus dibakar.
Di restoran Orient8 yang berada di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, tamu bisa menikmati Panini sepuasnya. Panini menggunakan roti lonjong yang tebal. Lalu diberi isian ham dan keju. Tak terlupa salada dan sayuran lainnya. Sebagai penambah rasa, ditambahkan mustard dan mayonaise.
Sunday Brunch di Orient8 Hotel Mulia, Jakarta.
Roti kemudian dibuat gepeng dengan alat pemanggang dengan dua sisi panggangan yang berfungsi untuk menjepit roti. Menu sederhana, namun rasanya lezat. Selain Panini, tamu bisa menikmati hidangan bernuansa Perancis dan Pan Asia. Ya, Orient8 memang terkenal sebagai restoran yang mengusung kolaborasi cantik antara Perancis dan Pan Asia.
“Panini hanya tersedia Orient8 saat Sunday Brunch,” tutur Executive Chef Orient8, Florian Lamelot.
Sesuai namanya, Sunday Brunch di Orient8 tersedia hanya di hari Minggu mulai pukul 11.00-14.30. Sesuai konsep brunch, atau hidangan di antara jam normal sarapan dan makan siang, menu yang disajikan lebih ringan layaknya sarapan. Namun ada beragam menu yang ditawarkan secara prasmanan, seperti makan siang.
Anda bisa mulai dengan aneka sushi dan sashimi yang khas Jepang. Masih di area makanan laut yang dihidangkan secara mentah, sentuhan Perancis terasa di menu tiram mentah yang hanya diberi perasan jeruk lemon.
Sunday Brunch di Orient8 Hotel Mulia, Jakarta.
Lalu, coba ke menu kalkun panggang yang nikmat disantap dengan saus kaldu. Berlanjut ke hidangan klasik barat seperti cordon blue sampai steak. Lanjutkan pula ke hamparan kue dan puding manis sebagai hidangan penutup. Tak terlupa chocolate fountain yang hanya hadir di Sunday Brunch.
Tentu kurang rasanya brunch tanpa wine, terutama sparkling wine. Tak lengkap pula brunch ala Perancis tanpa keju. Nah, di Orient8, tamu dapat menikmati beragam pilihan keju yang cocok dinikmati dengan sparkling wine. Oleh karena itu, harga yang ditawarkan untuk buffet (prasmanan) saat Sunday Brunch dengan Rp 308.000 sudah termasuk keju, sementara Rp 448.000 harga sudah termasuk keju dan wine.
Keju-keju ini seakan pula selaras dengan Napoleon Bonaparte, kaisar penggemar keju. Ya, Orient8 menampilkan tokoh Napoleon Bonaparte berkacama hitam dan menggunakan sumpit, pada lukisan dinding sampai ke tatakan gelas.
 
Sunday Brunch di Orient8 Hotel Mulia, Jakarta.
Sang Napoleon seakan representasi pengaruh Perancis pada kawasan Indochina. Suasana elegan nan cantik menghadirkan suasana romantis di Orient8. Kursi-kursi ukiran dengan motif kain chinoiserie. Lalu tak hanya satu, tetapi ada banyak lampu gantung menghiasi langit-langit. Paduan warna emas khas China dan kelabu khas Perancis. Hanya di Orient8, makan Panini di bawah lampu gantung kristal nan mewah.

Kamis, 03 Mei 2012

Tansu Ini Membuat Anda Ketagihan...
Warung ketan susu atau Tansu di Kemayoran, Jakarta Pusat.
HEADLINE NEWS -  Pagi, siang, sore, malam, warung satu ini selalu ramai. Tamu satu baru saja pergi, datang lagi tamu yang lain. Seakan pengunjung yang datang tak pernah putus. Padahal, warung tersebut sangat sempit. Hanya sekitar tiga kali tiga meter. Bertembok di dua sisi, sisi lainnya terbuka. Lalu meja dan bangku kayu. Sementara di sisi belakang kompor terus menyala.
Apa daya tariknya? Bukan menu mewah ataupun menu yang variatif. Warung yang cocok jadi tempat nongkrong minum kopi ini menjual satu menu utama saja yaitu ketan susu. Oleh karena itu, warung sederhana itu pun dikenal sebagai Tansu Kemayoran.
Tansu singkatan dari ketan susu, terletak di Kemayoran, Jakarta Pusat. Letak warung memang agak "nyempil" dan tak terlihat dari jalanan. Posisinya terletak di Jalan Garuda, yang mengarah ke Jalan Benyamin Sueb.
"Usianya wah udah setengah abad. Ini sudah dari zaman kakek saya," kata Herman saat ditemui di warung Tansu, Senin (23/4/2012).
Herman merupakan generasi ketiga dari pengelola warung Tansu tersebut. Ia pun menunjuk ke beberapa saudaranya untuk menjelaskan bahwa Tansu memang dikelola oleh keluarga secara turun-temurun.
"Kalau gak salah dari tahun 1956. Yang ini (menunjuk lelaki di sebelahnya) ponakan saya, jadi buyutnya kakek saya," jelasnya.
Warung ketan susu alias Tansu di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Tahun ini pun tak pasti. Sebab, jika bertanya ke orang yang berjaga warung Tansu di lain hari, jawaban bisa beda lagi. Ada yang menyebut tahun 1958, ada pula yang mengatakan tahun 1960.
Namun yang pasti, awalnya Tansu disajikan tanpa susu. Jadi hanya ketan dengan taburan parutan kelapa. Perkembangan selanjutnya, ketan dengan taburan kelapa itu pun ditambahkan susu.
Paduan ketan yang cenderung gurih dan aroma kelapa parut, bersanding pas dengan legitnya susu kental manis. Jika tak suka manis, Anda bisa minta dituangkan susu sedikit saja atau tanpa susu sekalian.
Aroma ketan juga sangat wangi. Apalagi ketan yang disajikan selalu dalam keadaan panas. Ketan panas mengepul dengan tekstur lembut. Semakin pas dimakan dengan aneka gorengan tersedia. Gorengan seperti tempe, pisang, singkong, dan ubi, jadi semacam lauk bagi si ketan.
Menurut saya, paling pas adalah tempe goreng sebagai pendamping ketan susu. Tempe diiris tipis dan dibumbui sederhana dengan garam, bawang putih, serta sedikit lada. Lalu digoreng kering.
Asin tempe seakan menyeimbangkan manis dari susu kental manis yang dituang di ketan. Pilihan minuman bisa teh atau kopi. Jika Anda penggemar teh, pesan saja teh poci. Teko tanah liat khas Tegal seakan menunjukkan usia dan asal pemilik warung Tansu.
Bibir teko yang pecah dan tambalan di sana-sini tak mengurangi kenikmatan meminum teh poci. Sayang gula yang tersedia adalah gula pasir, bukan gula batu.
Harganya pun murah. Ketan dengan susu hanya Rp 3.000, gorengan Rp 1.000, sedangkan teh poci Rp 2.000. Hati-hati sekali mencoba, Anda akan ketagihan si "Tansu". Tak masalah, jika Anda ingin sering-sering makan Tansu, sebab warung ini buka 24 jam dan bisa dibungkus untuk dibawa pulang.

Rabu, 02 Mei 2012

Menikmati "All Day Breakfast" setelah Berbelanja
Slim Daddy yang terdiri pasta aglio olio yang sangat lezat juga terdapat apple salad, scrambled egg, onion rings dan tentu saja mini pancake.
HEADLINE NEWS - Setelah lelah melakukan shooping, ada pilihan tempat makan yang dihadirkan oleh Palem Cafe, tepatnya di Central Park. Tempat ini dapat menjadi pilihan Anda untuk bersantai atau sekadar nongkrong bersama teman, keluarga atau pasangan sambil menikmati pasta dan steak di sini.
Apalagi sekarang Palem Cafe menghadirkan menu andalah baru yakni All Day Breakfast yang terdiri dari 4 varian paket yang di sediakan yaitu: Sunny Sally, Slim Daddy, Honey Winnie, dan Papper Bob. Paket All Day Breakfast dapat memudahkan Anda agar dapat menikmati menu di Palem Cafe dengan harga serta pilihan yang menarik.
Kita mulai dari Sunny Sally yang terdiri dari scrambled egg, grilled chicken, mashed potato dan mini pancake. Sunny Sally merupakan pilihan yang sangat tepat untuk para penggemar telur tapi tidak ingin terlalu kenyang.
Selanjutnya ada Slim Daddy yang terdiri pasta aglio olio yang sangat lezat juga terdapat apple salad, scrambled egg, onion rings dan tentu saja mini pancake. Slim Daddy dapat menjadi pilihan Anda yang menyukai pasta, tentu saja pasta Aglio Olio disini sangat lezat dan juga tidak perlu diet tubuh Anda terganggu.
Palem Cafe di Central Park.
Berbeda dengan rasa dari authentic Italian food yang terasa lebih hambar atau tasteless, Palem Cafe menyajikan menu varian pasta dan steak yang lebih familiar. Sajian menu yang diramu oleh Executive Cheff George Lee, mempunyai rasa gurih yang khas, berkari dan yang paling penting porsi yang terbilang cukup besar.
Ada juga paket Honey Winnie yang dipersembahkan bagi Anda yang menyukai berbagai honey salad dan Apple salad karena di dalam paket Honey Winnie terdiri dari scrambled egg, pasta aglio olio, onion Rings, mini pancake.
Terakhir ada Peper Bob yang terdiri dari corn soup, onion rings, spicy chicken pasta, scrambled egg, garlic potato. Paper Bob merupakan menu paket Andalan dalam All Day Breakfast di Palem Cafe karena rasanya yang pedas atau spicy pasta.
Santap ragam sajian tersebut dalam nyamannya suasana kafe yang dibuat simpel, elegan namun tetap mempunyai sentuhan modern. Sambungan Wifi dan desain jendela lebar yang membawa hangatnya sinar matahari menambah nilai plus dan tentu saja membuat kita semakin betah untuk berlama-lama duduk sambil menikmati alunan musik jazz bersama teman, kerabat dan keluarga.

Selasa, 01 Mei 2012

Lezatnya Otak-otak Makassar
Otak-otak Makassar.
MEDIA INFORMASI - Pergi ke Makassar jangan lupa mencoba makanan otak-otak merk Ibu Elly. Otak-otak yang dibungkus daun pisang ukurannya lebih besar dibanding otak-otak yang ada di Jakarta. Bisa dibeli di tokonya di Jl Kijang Makassar, Sulawesi Selatan. Bungkusan otak-otaknya selalu dibungkus daun warna hijau muda yang masih segar dan harga Rp 2.800 per buah.
Untuk yang tinggal di Jakarta sudah ada cabang di Pantai Indah Kapuk dan Jalan Fatmawati yang dikelola anaknya. Setiap hari otak-otak dengan rasa ikan tengiri ini memproduksi 10.000 bungkus otak-otak. Sebagian besar untuk oleh-oleh wisatawan yang habis melancong di Makassar.
Kotak kemasan di luar kardus tempat otak-otak ada tulisan oleh-oleh khas Makassar dengan warna kuning bunga matahari dan  hijau daun. Bungkusan otak-otaknya memang kelihatan cantik dengan daun pisang yang masih segar berwarna hijau muda.
Otak-otak ini diproduksi sejak tahun 1995 meneruskan usaha mertuanya. Rasanya tidak berubah sepanjang 17 tahun karena ikan tengirinya dijamin dari pilihan ikan terbaik. Sehari ikan tengiri yang harus digiling sebanyak 50 kilogram. Otak-otaknya agar awet sampai beberapa hari bisa disimpan di-freezer dan siap dimakan dengan dibakar lebih dulu.
Bungkusan otak-otaknya yang berukuran besar selebar ibu jari orang dewasa dan panjang 10 centimeter mengundang selera untuk segera mencicipinya apabila dihidangkan panas-panas setelah dibakar. Rasanya kenyal dan rasa ikan tengirinya sangat terasa. Apalagi dicocol dengan bumbu tauco rasanya tambah mantap.
Di Toko Elly yang menempati sebuah ruko ini sekaligus menjadi tempat membuat  otak-otak. Oleh-oleh khas Makassar lainnya yang juga bisa dibeli juga antara lain pisang hijau, kacang makassar, abon ikan, sambel kuning, markisa, minyak gosok dan kain sutra khas Makassar.

Senin, 30 April 2012

Mie Belitung Atep atau Mie Artis!
 Mie Belitong Atep.
MEDIA INFORMASI - Kalau Anda sedang  wisata kuliner ke Pulau Belitung jangan lupa mampir makan Mie Belitung Atep di Kota Tanjungpandan. Mie Belitung adalah mie kuning yang disiram kuah udang dan ditaburi bakwan udang, irisan timun, potongan kentang rebus, udang rebus, emping melinjo dan taoge ini sangat khas rasanya karena tidak ada di kota lain.
Nyonya Atep yang saat ini berusia 67 tahun ternyata telah 39 tahun berjualan mie belitung dan sampai sekarang masih melayani sendiri pembelinya dengan meracik sendiri bumbunya. Cara penyajiannya, mie kuning ditata dengan taburan taoge, irisan timun, potongan kentang rebus, emping melinjo dan terakhir disiram kuah udang kental yang berwarna kecoklatan. Seekor udang ukuran utuh juga disajikan diatas siaraman kuahnya. Aroma kuah kaldunya yang berbau udang sangat menggugah selera apalagi dimakan saat panas.
Rasa mie belitung yang membikin nikmat adalah kuahnya. Karena berasal dari kaldu udang asli ditambahi bumbu-bumbu. Kuah mie yang berwarna kecoklatan seperti gula aren terasa manis dan gurih campuran dari kuah rebusan udang dan gula aren serta bumbu merica, laos dan daun salam. Kuahnya kental dan segar cocok untuk makan siang rasanya terasa pas mengalir di lidah.
Nyonya Atep tidak pernah membuka cabang di tempat lain dan menjadi legenda sebagai mie penggagas mie belitung karena sudah 39 tahun berjualan. Dengan ramah  Nyonya Atep bercerita kepada pengunjung restorannya, bahwa dia asli kelahiran Belitung dan diajari bumbu masak resep leluhurnya membuat mie belitung. Sayang sekali anak-anaknya tidak mau membuka cabang di kota lain karena telah mempunyai pekerjaan lain.
Restorannya yang sederhana berada di ruko bisa menampung lima puluh tamu di jam yang sama. Tetapi penyajiannya tetap menunggu tamu datang jadi makan mienya pasti selalu baru dimasak. Harga Mie Belitung Atep cukup Rp 10.000 per porsi. Selain mie belitung ada juga menu lain nasi tim ayam yang dijual dengan harga Rp 11.000 per porsi. Karena sering dikunjungi artis,  mie ini sering dijuluki mie artis. Hampir kebanyakan pengunjungnya adalah wisatawan dari luar kota yang telah mendapat rekomendasi salah satu tujuan wisata kuliner. Karena lokasinya pas di tengah kota Tanjungpandan memang strategis untuk didatangi.
Karena Pulau Belitung terkenal dengan makanan hasil laut. Maka mie belitung identik dengan olahan laut. Kalau di kota lain ada mie ayam, mie kocok, mie rebus, maka di mie Belitung memang terbuat dari kuah udang dan bakwan udang. Kerupuk pendamping makannya juga berbahan hasil laut antara kerupuk udang, kerupuk cumi dan kerupuk ikan.
Lokasinya tepat di tengah kota Jalan Sriwijaya, Tanjungpandan. Warung ini menempati  sebuah ruko yang sederhana dan bermeja kayu panjang dengan kursi plastik. Dari  kursi pengunjung bisa melihat Nyonya Atep meracik mienya.
Mie kuning diseduh sebentar air panas. Setelah disaring airnya diberi pelengkapan lauknya.Setiap  meracik mie belitung bisa langsung disiapkan sepuluh piring porsi. Jadi me belitungnya selalu fresh karena baru disiapkan setelah pembeli memesan.
Selain mie belitung, wisata kuliner lain di Pulau Belitung adalah sop gangan ikan, otak-otak, tekwan, empek-empek, martabak bangka, rajungan masak asam manis atau saus tiram.

Sabtu, 28 April 2012

Sate Ikan Marlin Khas Tanjung, Memang Maknyus!
Sate ikan marlin khas Tanjung, Lombok Utara, NTB. 

Pada jamuan makan malam yang digelar Gili Jazz di Gili Trawangan, Lombok, Senin (23/4/2012) lalu, hidangan sate ikan marlin khas Tanjung menjadi menu utama yang sayang untuk dilewatkan.
Sebelum dihidangkan, ketika sate buatan pasangan suami istri Artiman dan Nur Santen tersebut masih dipanggang dengan arang batok kelapa, belum apa-apa wanginya sudah menerbitkan selera makan.
Menurut Artiman, sate ikan marlin buatannya itu cukup istimewa. "Biasanya dari ikan cakalang, tapi kami memakai ikan marlin yang kira-kira berat per ekornya 40 kilogram," ujar Artiman yang mematok harga Rp 10.000 untuk lima tusuk satenya.
Untuk menciptakan rasa gurih dan menambah selera, Artiman dan Nur Santen meracik bumbu sederhana yang dioleskan di atas satai sebelum dipanggang. "Pertama pisahkan daging dari tulangnya, terus potong kecil-kecil. Setelah itu kasih bumbu dari santan yang diayak, lengkuas, jahe, dan kemiri," papar Artiman.
"Rahasia supaya harum, saya kasih perasan daun jeruk nipis," lanjutnya.
Sebelum dikenal luas di Lombok, sate ikan tersebut konon berasal dari Kampung Kandang Kao tempat kelahiran Nur Santen. "Ini asli dari kampungnya Ibu (Nur Santen). Jadi orangtua dulu enggak setiap hari bikin begini, hanya hari lebaran yang dihidangkan di masjid-masjid. Lama-lama banyak yang berminat, jadi dibawalah ke luar," kisah Artiman.

Jumat, 27 April 2012

Waroengkoe, Alternatif Tongkrongan Muda-mudi Bali
 Waroengkoe yang terletak di Jalan Waturenggong, Denpasar, Bali, memiliki ciri khas interior klasik dan dapat menjadi alternatif wisata kuliner serta tongkrongan yang nyaman.

DENPASAR - Mencari kuliner lezat, unik, dan bercita rasa tinggi sangat mudah ditemui di Bali. Begitu juga dengan tempat tongkrongan yang "cozy", asyik, gaul untuk kawula muda, bertebaran dimana-mana.
Namun tak banyak yang menawarkan konsep gabungan keduanya, kuliner sekaligus tempat tongkrongan. Salah satu tempat yang dapat menjadi alternatif wisata kuliner serta tempat tongkrongan muda-mudi Bali adalah Waroengkoe.
Sebuah warung makan yang terletak di Jalan Waturenggong, Denpasar ini memiliki banyak keunikan. Konsep interior klasik perpaduan Jawa-Bali akan memanjakan anda saat masuk ke dalamnya.
"Awalnya coba-coba , tapi mungkin tempatnya mereka (konsumen) suka, tempatnya unik lain daripada yang lain," ujar pemilik Waroengkoe, Chandra Dewi (46) yang memulai usaha "coba-coba"-nya ini 7 tahun silam.
Tak hanya desain interiornya yang memadukan budaya Jawa dan Bali, menu masakannya pun kolaborasi antara keduanya. Jika ingin menyantap makanan berat, menu masakan khas Jawa seperti rawon, nasi campur dengan berbagai pilihan lauk dan sayur seperti tumis kangkung, cah tauge, kering tempe siap memanjakan lidah Anda.
Tapi jika Anda hanya ingin menikmati camilan atau bisa juga sebagai makanan penutup, kuliner khas rujak Bali menjadi andalan disini. "Disini ada rujak gula, kacang, dan cuka," kata ibu dua anak tersebut.
Soal rasa, tak perlu diragukan lagi. Rata-rata pengunjung yang pernah mencoba masakan Waroengkoe, biasanya mereka akan datang kembali.
"Menunya enak, suasana unik, gak ada yang mengecewakan disini, harga juga terjangkau," tutur Dharma, seorang karyawan swasta yang menjadi pelanggan tetap Waroengkoe.
Anda tak hanya disuguhi kuliner dengan cita rasa tinggi, tapi di Waroengkoe anda juga bisa "nongkrong" bersama kekasih, keluarga, rekan kerja, atau sekedar bercengkrama bersama teman dengan penuh kenyamanan.
"Biasanya makan dan ngobrol, disini enak buat nongkrong-nongkrong," imbuh pria berusia 23 tahun yang hampir setiap hari makan siang di Waroengkoe.
Menu pilihan untuk "nongkrong" pun tak kalah variatif dengan menu utama, di Waroengkoe Anda dapat memesan kentang goreng, roti bakar, ditemani wedang jahe yang bahannya didatangkan langsung dari Klaten, Jawa Tengah, atau kopi Bali yang memiliki rasa serta aroma khas Pulau Seribu Pura.
Meski lebih didominasi kaum muda, mulai pelajar, mahasiswa, hingga profesional muda, menu dan suasana nyaman Waroengkoe juga cocok untuk semua umur dan kalangan. "Ada yang kalau siang makan disini sama teman kerja, terus malamnya bawa keluarga kesini," ungkap Muhammad Ustaf Sukwan (47), suami Chandra yang ikut mengelola Waroengkoe.
Soal harga, Anda tak perlu khawatir, karena banyak pelanggan dari kalangan pelajar dan mahasiswa, tarifnya pun disesuaikan dengan kantong mereka. Untuk menu nasi campur rata-rata dibanderol Rp 15.000, camilan seperti rujak Rp 6.000, dan untuk minuman seperti wedang jahe dan kopi bali hanya Rp 5.000.
"Harga terjangkau untuk berbagai kalangan, kalau mau naikin harga Rp 500 aja, kita mikirnya sebulan karena memperhatikan pelanggan yang dari pelajar dan anak kos," beber Wawan, sapaan akrabnya.
Waroengkoe buka setiap hari mulai jam 12.00 WITA hingga pukul 23.00 WITA. Letak Waroengkoe juga mudah dijangkau, dari perempatan SMA Negeri 2 Denpasar, sekitar 100 meter ke timur Jalan Waturenggong, Anda akan menemui Waroengkoe dengan ciri khas bangunan unik di selatan jalan.